— bulandini's stories

Film Review: “Slumdog Millionaire”

Forgot to upload this one. Hope it’s still on 😉

SLUMDOG MILLIONAIRE

oleh Ayumurti Bulandini

latika2

 

“Is that your final answer?”

Kalimat tanya yang tentu tak asing lagi. Kuis televisi dengan banyak penggemar di Indonesia ini pun menjadi fenomena di lebih 20 negara dunia, termasuk India. Slumdog Millionaire memotret kaum miskin India dengan kehidupan yang keras. Kekontrasan ditampilkan di tengah globalisasi pada negara bersungai Gangga. Di negara yang masyarakatnya terlihat hidup nyaman dengan mobil mahal, rumah mewah dan karakter bergelimang harta, seperti yang terlihat pada umumnya film-film Bollywood, ternyata masih banyak bertebaran kehidupan miskin di sudut kota Mumbai. Fakta yang nyata di India (mengingatkan pada Jakarta, kan?).

Tampil dengan cerita serta naskah solid dan menarik, Slumdog Millionaire berhasil merebut hati kita sedikit demi sedikit namun pasti. Editing prima, musik unik pemompa adrenalin, akting meyakinkan dan penyutradaraan hebat, tak heran Slumdog Millionaire berjaya. Dari 10 nominasi Oscar yang diterimanya, 8 penghargaan di kategori bergengsi berhasil direbut. Sungguh pantas gelar Best Motion Picture of the Year disandang. Kemenangan ini menambah jajaran penghargaan dengan 42 kemenangan dan 36 nominasi lainnya, termasuk Audience Award di Toronto Film Festival 2008 saat pemutaran perdana dunia-nya.

Jika Anda anggap ini film (produksi) India, maka Anda salah besar. Film ini bukan produksi India, melainkan film berlatar budaya India yang diproduksi oleh Inggris. Pengamatan jujur dari sudut pandang Boyle memberi kita pandangan baru terhadap kehidupan di India. Tilik pula komposisi musiknya yang diciptakan A.R. Rahman. Dahsyat dan penuh energi. Amalgam unik antara musik Timur (India) dan Barat (rap oleh M.I.A.) tercampur dengan sempurna. Unsur musik tradisional dan modern hadir berdampingan tanpa mematikan satu sama lain, memunculkan nuansa baru tanpa batas. Indah penuh gerak. Keberhasilan ini langsung menyabet 2 gelar Oscar untuk Best Achievement in Music Written for Motion Pictures in Original Score serta Original Song (“Jai Ho”). Sinematografi tampil tanpa cela. Memotret keindahan dan kekumuhan India dengan komposisi indah. Ciri khas Boyle dengan gaya editing cepat pun muncul di sini.

Danny Boyle (Trainspotting, 28 Days Later, Sunshine) dengan cerdas menggabungkan jalan cerita dengan acara kuis televisi yang mendunia. Jalinan plot beralur maju-mundur tampil rapi dan wajar. Terasa wajar sewajar kesadaran kita terhadap unsur peruntungan yang bisa hadir 50-50 dalam kehidupan. Juga kesadaran tidak semuanya akan berhasil atau berakhir bahagia. Menyaksikan kisah ini serta-merta kita tak dapat menolak bahwa harapan memang ada, sekecil apapun itu. Dan mungkin saja, suatu saat segalanya akan memiliki akhir berbeda. Slumdog Millionaire menceritakan impian demi memperoleh kehidupan yang lebih baik. Sebuah harapan akan keindahan di tengah carut-marutnya fakta kehidupan yang keras.

Kakak-beradik Jamal Malik (Dev Patel) dan Salim Malik (Madhur Mittal) ditampilkan memiliki dua karakter yang berlawanan. Jamal memiliki keteguhan hati dan jujur, sedangkan Salim menemukan kenyamanan dalam dunia hitam yang keras. Keduanya saling mentolerir satu sama lain hingga suatu kejadian memisahkan keduanya. Pahitnya kehidupan mulai mereka rasakan sejak kecil saat Ibu mereka wafat akibat serangan kaum Hindu pada kaum Muslim India. Sejak saat itu mereka hidup berpindah-pindah tempat, bertiga bersama Latika, anak perempuan yang juga kehilangan keluarganya.

Kehidupan Jamal diceritakan secara flashback sesuai dengan urutan ketepatannya menjawab pertanyaan kuis. Ketepatan yang didapatnya dari pengalaman hidup. Kita pun akhirnya mengetahui motif asli Jamal mengikuti kuis tersebut. Bersusah-payah menjalani kerasnya hidup, satu hal yang tak bisa hilang dari Jamal, kenangannya pada Latika (Freida Pinto). Sebuah kenangan yang tidak pernah dilepaskannya. Sepintas hal ini nampak seperti roman picisan, tapi siapa yang tak luluh hatinya dihadapkan pada keteguhan hati yang begitu besar? Meski begitu, saat momen kasih itu muncul di permukaan, penonton telah bersimpati pada Jamal. Hati pun dengan sukacita turut berharap agar segala kebaikan yang ada dunia mendukung pemuda miskin Mumbai ini untuk memperoleh kesempatan sebesar apapun yang mungkin didapatnya. Sebuah daya tarik universal yang melampaui beragam bahasa.

Verdict: ‘Milyuner kumuh’ yang hebat!

 Stars: 5 dari 5

 

Sutradara: Danny Boyle. Pemain: Dev Patel, Freida Pinto, Madhur Mittal, Irrfan Khan, Anil Kapoor. Durasi: 120 menit. Distributor: Pathé

 

[As published in FiRST Movie Magazine Indonesia – MAR ’09 edition]

0 comments
Submit comment